OSI (OPEN SYSTEM INTERCONNECTION)
Untuk dapat berkomunikasi melalui jaringan global tidak ada
pilihan lain sehingga harus mengikuti tata aturan standar dunia, standar
komunikasi global dituangkan dalam bentuk sistem layer (lapis). Setiap layer
memiliki fungsi masing-masing, dan standar layer untuk komunikasi data yang
hingga saat ini diaplikasikan dan masih sesuai dengan kondisi pengembangan
sistem jaringan adalah OSI (Open System Interconnection).
Pada saat ini terdapat berbagai macam merk dan sistem komputer
yang masing-masing mempunyai ciri khasnya sendiri, sehingga terdapat keinginan
untuk saling menghubungkan sistem komputer itu. Usaha ini sudah dilaksanakan
dengan melibatkan berbagai organisasi baik nasional maupun internasional agar
supaya hasilnya dapat diterima oleh semua pihak yang berkepentingan dan saling
menguntungkan. Networking merupakan salah satu bidang yang sangat memerlukan
usaha ini.
Open System Interconnection (OSI) diperkenalkan oleh
International Standard Organitation (ISO). Dalam usaha mengembangkan protocol
komunikasi data yang baku ISO menggunakan suatu model. Model yang digunakan
untuk kendali melalui jaringan dan sekarang dikenal sebagai model OSI. Model
OSI menggunakan layer (lapisan) untuk menentukan berbagai macam fungsi dan operasi
sistem komunikasi data. OSI mendefinisikan sistem sebagai himpunan dari satu
atau lebih komputer beserta perangkat lunaknya, terminal, operator, proses,
serta alat penyalur informasi lainnya yang dapat melaksanakan pengolahan dan
penyaluran operasi sistem.
OSI menggunakan tujuh lapisan atau layer dimana tiap layer
berdiri sendiri tetapi fungsi dari masing-masing layer bergantung dari
keberhasilan operasi layer sebelumnya.
Empat layer pertama memberikan transfer service karena pada
layer ini pesan disalurkan atau dialihkan dari sumber ke tujuannya, sehingga
mereka merupakan interface (antar muka) antara terminal dan jaringan yang
dipakai bersama. Keempat layer ini juga berfungsi membentuk sambungan antar dua
sistem yang hendak berkomunikasi melalui jaringan yang ada, mengendalikan proses pengalihan informasi melalui sambungan ini memberikan
pelayanan yang andal dan tidak bergantung pada jaringan pada layer yang lebih
tinggi.
Tiga layer teratas dikenal sebagai user atau Orientasi layer
aplikasi(application oriented layer), umumnya berkaitan dengan sambungan antar
perangkat lunak dan pemberian akses untuk mendapatkan data yang ada dalam
jaringan. Orientasi layer aplikasi ini memusatkan perhatian pada penampilan
data yang dipertukarkan dan mendukung pelayanan yang diperlukan guna melakukan
distributed processing.
Perubahan sambungan fisik tidak mempengaruhi jaringan dan
layer diatasnya, ketiga layer ini tidak tergantung dari jaringan, berbeda
dengan misalnya layer 1 atau layer 2 sangat tergantung dari jaringan (network).
Protokol pada layer atas tidak sejelas layer yang lebih
rendah karena fungsi-fungsinya langsung berkaitan dengan pengolahan data yang
memerlukan perangkat lunak. Perkembangan protokol merupakan kunci kemajuan dari
sistem jaringan komputer secra global, beberapa industri berinvestasi cukup
besar di bidang perangkat lunak sehingga banyak bermunculan protokol-protokol
komunikasi data yang baru seperti CAN-BUS, Profi-BUS, MOD-BUS yang
diaplikasikan pada industri maupun kendaraan.
Penjelasan untuk setiap layer model OSI, keterkaitan satu
layer dengan layer lainnya dijelaskan fungsi setiap
Layer pada model OSI
sebagai berikut:
a. Physical Layer
Memberikan ketentuan tentang cara menyalurkan bit data
melalui media komunikasi. Masalah yang dihadapi adalah menjaga agar supaya bit
„1‟ diterima sebagai bit „1‟. Layer ini menentukan spesifikasi mekanikal,
listrik, prosedur handshaking, dan lain lain yang berkaitan dengan fungsi dan
karakteristik mekanik maupun sinyal listrik yang diperlukan untuk membentuk,
menjaga dan melepaskn sambungan fisik serta mengatur hubungan fisik antar nodes
dalam jaringan. Ketentuan mekanikal dalam layer ini menyepakati bentuk
konektor, arti dan fungsi pin yang digunakan.
b. Data Link Layer
Menyalurkan data melalui saluran ke jaringan secara bebas
kesalahan. Pengirim mengirimkan data sesuai dengan pola yang telah disepakati
dan dinamakan data frame. Frame ini disalurkan secara berurutan dan
dikonfirmasi (acknowledged). Layer yang akan mengenali bentuk frame karena
physical layer hanya sekedar mengirimkannya tanpa mengolah lebih lanjut.
Frame mengandung karakter atau pola bit tertentu agar DTE
dapat mengenali awal dan akhir suatu frame. Data link layer juga menjaga agar
penerima tidak kewalahan dalam menerima data dengan jalan melakukan kendali
pada aliran data (flow control).
c. Network Layer
Layer ini mengalamati dan meneruskan data melewati satu atau
kelompok jaringan. Layer ini akan mengendalikan routing dan switching pesan
yang tidak tergantung pada jaringan yang sedang digunakan.
Layer ini bertanggung jawab untuk proses inisialisasi,
pemeliharaan, dan pembersihan jaringan. Layer ini menyediakan protocol-protocl
untuk komunikasi diantara jaringan-jaringan sehingga sangat penting pada
aplikasi dial-up dan gateway.
d. Transport Layer
Transport Layer berurusan dengan pemilihan jenis jaringan
yang akan digunakan untuk suatu komunikasi tertentu. Layer ini merupakan layer
terendah dimana protocol bekerja secara end-to-end untuk memberikan kehandalan
yang diinginkan dan sifat transparansi pengiriman data diantara dua terminal.
Layer inilah yang bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa sebuah pesan, sampai
pada alamat yang dituju; hal ini dikerjakan dengan mendefinisakn alamat tujuan
dan dengan menentukan cara untuk menginisialisasi dan membersihkan jaringan.
e. Session Layer
Layer ini yang mengatur bagaimana pelaksanaan pertukaran
data dilakukan. Ia bertanggung jawab untuk sambungan anatara dua end user yaitu
mengatur agar dua aplikasi dapat saling menukar data. Layer ini mengendalikan
bagaimana sebuah pesan dimulai dan diakhiri, apaka pesan tersebut harus
di-acknowledge, dan apakah sambungan akan dioperasikan secara half-duplex atau
full duplex.
f. Presentation Layer
Presentation Layer meyakinkan bahwa pesan yang diterima oleh
semua terminal dapat dimengerti oleh teminal tersebut. Hal ini berarti bahwa
layer ini berurusan dengan pemilihan dan penentuan struktur kode dan berbagai
perubahan format, kode, bahasa, dan kecepatan pengiriman.
g. Application Layer
Layer ini mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan
pertukaran data atau informasi antar pemakai, software aplikasi, atau peralatan
sistem komputer. Ia melayani berbagai protocol yang umum diperlukan. Sebetulnya
layer inilah yang langsung dirasakan manfaatnya oleh pemakai sistem komputer.
Application layer menentukan data apa yang harus diterima dari terminal tetapi
tidak perlu mengetahui secara rinci bagaimana hal ini dikerjakan
No comments:
Post a Comment