Thursday, September 15, 2016

Contoh Teks Teather Pendek : Ketika Samsul Bertaubat



KETIKA samsul BERTAUBAT
Contoh Teks Theater Pendek
Sumber : Dokumen Pribadi

                Di sebuah Perkampungan terdapat seorang perempuan tua yang hidup dengan seadanya, ia mempunyai putra semata wayang yang sangat ia sayangi. Namun tuhan memberikan cara yang berbeda di kehidupanya, putra yang sangat ia sayangi tersebut melewati jalan yang salah di kehidupanya akibat pergaulan bebas yang tak dapat di cegah lagi oleh ibunya .
Malam hari Samsul sedang berbuat onar meminum miras di pos ronda bersama Agnes (temannya yang sangat kaya) . Datanglah dua orang hansip yaitu Panjul dan Narlan.
Samsul             : “Miras..... miras.... miras...... enak!!!!”
Agnes               : “Masih kurang mas bro..? Gue masih ada nih yang lain... Apa? Mau yang 1 liter, 2 liter, anggur? Plus Plus, Gingseng? Atau tongseng?”
Samsul             :”haha ngaco aja lu nes, udah sini yang itu ah.. “
Panjul               : “Heh lagi pada apa di situ, di pos ronda kami ... malah pada nglakuin yang engga engga.. nggak malu di lihat anak habis ngaji itu?!”
Narlan                       : “Kamu samsul bukanya bantuin ibu di rumah malah mabok mabokan seperti itu.. ngga kasian apa       kamu hah.”
Samsul             : “Maksud kamu apa sih? Kamu ngomong apa ? tau apa kamu?? (melotot kepada hansip tersebut)”
Agnes               : “Ngga usah ikut campur loe, emang loe siapa! Berani-beraninya mengganggu kami.. ga jelas banget si”
Panjul               :”Kami hansip malam ini , di sini... kalian sebaiknya jangan di sini, kami mau jaga”.
Narlan              :”iya sana pergi... jangan buat tempat ini kotor, sholat atau apa sana, mengganggu saja”.
Samsul             : “Hah kamu bilang apa? Kalian mau usir saya...? OH tidak bisaa ,Kami duluan yang disini! Kalian mau cari ribut apa?!
Agnes               :”Memang ini hansip, kalo mau ronda ya silahkan, ko usir usir kami sih?!”
Panjul               :”karna kalian berbuat yang tak betul tak baik seperti ini, tak enak di lihat warga!”
Narlan              :”betul itu!”
Samsul             :”Aaah banyak omong lu hansip, apa hah?!? Mau loe apa?!, “ (lalu panjul di pukul oleh samsul”
Narlan              : “Hai hentikan (sambil mendorong samsul) ini tidak baik, jangan berkelahi.”
Samsul             : “Loe juga !! (sehingga mereka berkelahi)”
(sementara agnes yang sedang mabok menyemangati samsul)
Agnes               :”ayo hajar teruss samsul pukul , R1 R2 X Kotak..  ayo menang”(sambil kegirangan)
Selang beberapa lama mereka berkelahi , Pak Kyai datang menghampiri mereka.
Pak Kyai           : “Hai kau yang disana, berhenti-berhenti, stop-stop jangan berkelahi. Tolong ceritakan apa permasalahannya”.
Panjul              : “Pak kyai tolong saya, ini Samsul membuat keonaran lagi.”
Pak Kyai           : “Sudah-sudah berhenti (sambil melerai mereka). Kalau begini caranya akan menimbulkan perpecahan.”
Samsul             : “(terengah-terangah), argh”
Pak Kyai                                   :”sebenarnya apa yang terjadi? Tolong katakan”
Narlan              :”Mereka mabuk mabukan lagi dan mengganggu kami”
Panjul               :”Iya pak samsul yang mulai duluan”
Pak Kyai                                   : ”Istighfar-istighfar, ya sudah kamu samsul dan agnes mendingan kaian lakukan hal yang bermanfaat , dan mending semuanya pada bubar.”
                                   
Dini harinya Samsul pulang ke rumah dengan keadaan mabuk berat. Ia meminta uang untuk foya foya ke ibunya dengan cara memaksa “
Samsul             : “(sambil menggedor-gedor pintu rumah) buka pintunya bu... buka... buka.. cepat!!”
Ibu                  : “(sedang melaksanakan sholat tahajud)”
Samsul             : “Cepet woy”
Ibu                  : “Tunggu sebentar nak (sambil berjalan menuju pintu)”
Ibu membukakan pintu dan samsul masuk.
Samsul             : “Bu aku minta duwit sekarang!!!”
Ibu                  : “Kamu kenapa nak baru pulang , masya allah kemana saja kamu.....”
Samsul             :”alah ngga penting itu bu, yang penting samsu sekarang butuh uang, mana uangnya bu cepet?!!!”
Ibu                   “Masya Allah ibu kenapa kamu nak, Ibu ngga punya uang..”
Samsul             : “Ah .. Bodo amat aku minta duwit sekarang (sambil menggedor pintu dengan keras)”
Ibu                  : “(dengan menangis) iya nak ini ibu hanya punya uang Rp.15.000 ini untuk makan siang kita nak.
Samsul             : “Rp.15.000  buat apa duwit segini hah? Buwat beli permen aja cuma dapet kulitnya aja. (Sambil mendorong dan memukul ibunya sampai terluka).”
Ibu                  : “Astahfirullah nak, istihfar memang segini, uang ibu sudah untuk belanja tadi siang”
Samsul             : “Halah, di lemari pasti ada (sambil membuka lemari dan mengacak-acak isinya).
Ibu                   :”nakk.. jangan itu uang simpanan kita , mau di kemanain itu, ibu sudah tak punya uang lagi”
Samsul             :”Lepasin..”.
 
Samsul pergi dari rumah dan ibu pergi ke pasar untuk belanja.Ketika Ibu sumi mengambil ambil belanja ia bertemu dengan Khusnul, Mantan pacar Samsul sewaktu SMA dulu”
Khusnul            : “Assalamu’alaikum bu (Ketika sedang berpapasan dan langsung berjabat tangan)”
Ibu                  : “Wa’alaikumsalam nak, dari mana kamu dan sedang apa disini?”
Khusnul            : “Sedang belanja, ibu beli apa dan akan maska apa?”
Ibu                  : “Saya mau masak sayur lodeh, buat samsul.”
Khusnul            : “Owh mas Samsul anak ibu ya?”
Ibu                  : “ iya dia anak satu-satunya”
Khusnul            : “Wah jadi mas Samsul enak ya bu, sudah ibunya baik anak satu-satunya pasti disayang banget sama ibu.”
Ibu                  : “Iya ibu sayang banget ke Samsul karena cuma tinggal berdua saja dirumah (sambil membayar belanjaan). Yasudah ibu pulang dulu ya.
Khusnul            : “Iya bu sekalian khusnul antar yah bu, kebetulan searah.”
Ibu                  : “ Ya ayo”.
Samsul             :”Aduuh.. HEH lo liat liat dong nek kalau jalan, sudah tua pula.”
Ibu                  :”Samsull Ya Allah kamu anaku ayo pulang ibu mau masakin buat kamu..”
Agnes               “Ini ibumu sam?? , ko kucel banget si? Miskin lagi aduuh”
Samsul             “ahh apaan nes dia mungkin sudah gila manamungkin aku punya ibu semiskin dia, RA MASUK”
Agnes               :”YA sudagh kita pergi saja”
Khusnul            :”Mas samsul sudah benar benar berubah”
Ibu                  :Samsul jangan pergi nak , ibu kangen” (sambil menitikan air mata)
Agnes               “Apaan si lo liatin cewe itu, Naksir?? Bilang”
Samsul             :”aah suda lupakan, mari kita MANY MANY PADI SAJA HAHAHA”

ADEGAN 3
                   Ibu dan khusnul pun pulang bersama.. dan Siang harinya, Bu Sumi di rumah memasak sendiri dan setelah semua masakan sudah matang Samsul pulang ke rumah.
Samsul             : “Bu, bu…!!! Sam lapar bu, lapar..!!! Ada makanan apa nggak”
Ibu                   : “(Lagi di dapur menata makanan). Ini nak  Ibu baru saja masak seperti ini  adanya
Samsul             : “(Membuka tudung saji). Apa ini Bu.Sayur, Tempe, Kerupuk makanan apa ini? nggak ada makanan yang lain apa Bu,setiap hari makanan seperti ini terus! Samsul butuh makanan yang enak nggak seperti ini terus…!!!!!”
Ibu                   : “Masya’allah nak , kita seharusnya bersyukur sudah bias makan, di luar sana masih banyak yang kelaparan, Bersyukur kita bias makan walaupun seperti ini.”
Samsul             : “Banyak omong kamu Bu,..!!! lebih baik aku makan di luar lebih enak , bergizi, sni uang buat makan Bu, mana..!! sini cepet lelet banget, Tua sih…!!!”
Ibu                   : “Lihat dompet Ibu nak sudah tidak ada uangnya” (dompet direbut oleh Samsul)
Samsul             : “Dasar orang miskin” (Samsul menuju kamar Ibu)
Ibu                   : “Kamu mau apa nak, Ibu sudah tak punya uang lagi” (Sambil menangis)
Samsul             : (menggeledah isi lemari, tetapi tidak menemukan uang)

Sepulang dari Masjid Khusnul dan Pak Kyai Bandhot mendengar kegaduhan di rumah
Samsul mereka penasaran dan menghampiri rumah Samsul.
Kyai                  : “Assalamu’alaikum”
Khusnul            :  “Assalamu’alaikum, Bu..”
Ibu                   : “Wa’alaikumsalam”
Khusnul            : “(Melihat Ibu sedang menangis dan menghampirinya). Menapa Ibu menangis…?”
Kyai                  : “Ada apa ini ? Samsul kenapa rumahnya berantakan sekali samsul apa yang terjadi?”
Samsul             : “Diam kamu Pak Kyai, tahu apa kamu ?”
Khusnul            : “Sebensrnya ada apa ini Bu, mengapa Ibu menangis ?”
Ibu                   : “Ibu tidak apa apa nak” (sambil terus menangis)
Samsul             : “Kalau Ibu, nggak ada uang Mendingan TV ini akan aku jual” (Sambil membawa TV)
Kyai                  : “Hai, Samsul hentikan perbuatan kamu itu, Kamu jangan durhaka terhadap ibu kamu, Syukurilah kehidupan kamu yang sekarang ini, Bertaubatlah kamu dan minta maaf kepada Ibu kamu cepat ?!.
Samsul             :”Haha sory yahh”
Kyai                    :”astaghfirullah kamu!!, Kasian ibumu Cepat, jangan jadi anak durhaka, kena akibatnya baru tau rasa kamu”

Samsul               :”ahhh semuanya sama saja, membosankan!” (samsul pergi tak jadi menjual Tvnya)
            Di sore hari yang terik Si samsul dan agnes mencari cari keonaran lagi, ia menghampiri pos Ronda yang Sedang di  betulkan puing puing yang rusak oleh narlan dan panjul.
Samsul             : (sambil bernyanyi)
Agnes               :”Wah samsul kayanya gubuknya udah tumbang ahahahaha”
Samsul             :”iya nih bonjrot, busuk ngga berguna”
Narlan              :”wah wah si pembuat onar datang lagi dia”
Panjul               :”Halah memang dia itu mau cari ribut lagi”
Agnes               :“eh samsul ada Mkanan gratis ini, asssiik”
Samsul             :”haha iya ini , assikk, Sikat mennn!! haha “      
Panjul               :”heh kamu samsul Itu bekal kami kenapa kamu makan , dmana tatakramamu?”
Samsul             :”tata krama?? RA MASUK!!”
Narlan              :”Hah dasar ga tau diri”
Samsul             :”Apa tadi bilang?, Bedul apa gubuge?.
Narlan              :”heh pos heh Pos heh, Melek melek kie udu gubug, mandan regani”
Panjul               :”mau apa lagi kamu kesini, kamu jangan merusak gubug ini lagi”
Samsul             :“whahahah Ketemu lagi dengan kamu Jo ,Parjo haha”
Panjul               :”heh Namaku panjul jangan sembarangan kamu”
Narlan              :”heh kamu cewe , cewe usil ya? Jangan dirusak itu awas awas minggir” (narlan merebut benda dari tangan Agnes, Namu tangan agnes berdarah karena tergores”
Samsul             :”Heh apapaan lo ko main kasar si?! Berani loe??! , eh agnes kamu ga papa??, Kurang ajar kamu!” (dan mereka baku hantam lagi)

Selang beberapa saat Pak Kia Basur datang da melerai mereka.
Pak kyai                        :”Hey sudah sudah hentikan Ada Apalagi ini hah? Kenapa kalian berantem lagi?.
Narlan              :’’Itu pak si samsul buat keonaran lagi mengganggu kita saat kita lagi membetulkan pos ronda pak”
Agnes               :”Hey apaan kamu duluan yang mulai koh, mau balas yang kemarin , kamu masih dendam sama saya kan “
Panjul               :”Ehh Ehh apaan kamu fitnah tak bener seperti itu mau cari ribut ha?!.
Pak kyai            :”Sudah sudah pulang saja kamu smasul agnes pulang”
Samsul             :’ayo agnes kita pergi, awas yah loe besok , kek”
Pak kyai            :”huft ada ada saja , ya sudah kalian lanjutkan kembali pekerjaan kalian, lagi lagi selesaikan dengan kepala dingin”
Narlan              :”Iya pak”
Panjul               :”iya pak”



Setelah kejadian tadi sore, Merekapun tidak puas dan mereka Mabuk mabukan seperti biasa di perempatan desa yang sepi . Merka kini mauk berat.
Wisnu               :”Opo ora eman nyawamu kanggo nginum banyu setan...haha ORALAHYA”.
Agnes               :”Haha oke tarik masss asolole.. uhuy .. cetieeer, ah ah ah”
Wisnu               :”mana bro birr cap kaki semut yang super pedasnya ??!
Agnes               :”ini bro tapi kamu dah teler banget bro.. bahaya”
Wisnu               :”aahhh sini , kamu juga minum nih harusss... Asiiikkk Mantap coyyy.. Tos dulu”
            (mereka sudah mabuk berat dan menambah dosis narkoba dan miras yang bisa berakibat overdosis)
Agnes               :”aduh broo Perut gua sakit niii ,,, awww”
Wisnu               :”alllaah cmen kamu ... nik minum lagi , ini oplosan spesial obat nyamuk dan teh sisri, mantap coyyy!!!”
Agnes               :”bahaya itu , awww aku dah ga guat lagi “
Wisnu               :”MINUIM, haha”
Agnes               :(agnes menggeleleng kesakitan memegangi perut) ‘’aw aku tak kuat lagi sammm”
Wisnu               :”heyyy heyyy, kamu kenapa nes? Heyyy agnes agnes agnes kenapa kamu!!!”
            (agnespun sudah tak bernafas lagi)
Wisnu               :”agness Agness Jangan tinggalin akuuu”
            (teriakan Samsul terdengar oleh Narlan dan Panjul yang sedang berkeliling ronda”
Narlan              :”njul njul kamu dengar atau tidak?”
Panjul               :”apa? Dengar apa? Aku tak dengar apa apa?”
Narlan              :”itu disana ada yang teriak teriak mita tolong ayo coba kita cek”
Panjul               :”oke ayo”
(setelah sampai narlan dan panjul terkejut)
Panjul               :”hah kenapa dia samsul?”
Samsul             :”TAK TAU toloong diaaa”
Narlan              :”njul dia sudah tak bernafas lagi”
Panjul               :”Inalillahi wainalillahi roji’un”


Dan ke esokan harinya jasad agnes di makamkan.
Wisnu               :“hiks hiks iks agnes kenapa kamu secepat ini meninggalkan kita “
Pak kyai            :”semua akan mengalami yang namanya kematian samsul , maka dari itulah bertabatlah sebelum terlambat”
Khusnul            :”Mas wisnu yang sabar yahh, benar apa kata pak kyai Sebelum terlambat maka gunakanlah untuk yang terbaik”

Ibu                   :”nak sudah jangan terus menangis nggak baik menagis terus, sudah ikhlaskan, kita masih ada untuk kamu kok , ibu sayang samsul J
Samsul             :’Ibu maafkan samsul selama ini banyak salah sama ibu, sering membuat ibu sakit hati dan malu, maafkan samsul bu , samsul bebner bener menyesal L .

Dan samsulpun sudah terbukakan pintu hidayahnya , ia ingin bertaubat dan memint maaf ke semua orang yang pernah ia buat sakit hati lagi serta tak akan lagi mengulangi kemaksiatan.




~~ Terimakasih ~~

Special Thanks :
Anis Suci R
Hening Sulistia
Asih Subekti
Panji Ade S
Faizal Aji K
Wisnu Setya Wardana
Muchammad Ulil

 SMKN 1 Banyumas 14/11/2014
Copy right 




No comments:

Post a Comment