Monday, October 3, 2016

Contoh Studykasus Perusahaan Kecil : BMS Furniture Craft

Perusahaan BMS Furniture Craft
       A.    Tujuan Pelaksanaan Studi Kasus
Pelaksanaan studi kasus ini dilaksanakan dalam usaha untuk mendalami proses manajemen dalam perusahaan erskala kecil maupun besar.
      B.     Pengumpulan data

ORGANISASI

Dalam perusahaan ini sudah jelas organisasi/struktur produksi bersifat mencari keuntungan. Namun disamping mencari keuntungan secara tersurat juga memberikan manfaat kepada masyrakat seperti : 1. Memenuhi kebutuhan Perabotan rumah 2. Memberi/menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Dalam kondisi globalisasi seperti ini Manager arus mempunyai Visi Perusahaan yang kuat dikarenakan besarnya Tantangan atau pesaing Furniture dari luar negri/barang import maupun pengrajin kayu dalam negri. Maka manager harus mengendalikan proses managemen sebaik baiknya.
Maka dari itu Manager mngambil salah satu teori Management perusahaan Adam Smith (M1.1.35).
Yaitu Pembagian tenaga kerja (division of labor) atau spesialist kerja. Karena suatu tugas tersebut dapat di latih dan di pecah pecah ke bagian yang terkecil sehingga dia akan ahli dan akan dapat melakukan kegiatan produksi secara efektif dan efisien sesuai dengan bidangnya. Sebagai contoh dalam perusahaan ini meliputi produksi mebel dan teknik ukir mebel. Seorang manager harus menempatkan ahli bidangnya masing masing seperti : Teknik pemotongan kayu  - Teknik Ukir mebel  –Teknik cat  –Teknik Packing/perakitan – Pemasaran dll agar terjadilah ke efisienan produksi.
Sementara itu Visi Perusahaan yaitu melayani kebutuhan furniture masyarakat dengan produk yang berkualitas. Sedangkan Misi yaitu memasarkan/mengenalkan produk mebel ukir khas indonesia ke seluruh kota dan mancanegara.
Lingkungan ORGANISASI
Awal mula perusahaan kayu ini di rintis dari mulai bisnis kecil-kecilan seorangan, hingga sekarang sudah bisa memperkerjakan karyawanya. Karena bagaimanapun sang manager harus dapat menyesuaikan diri terhadap lingkunganya agar dapat mempertahankan perusahaanya itu.

    1.      Lingkungan langsung internal.
Pekerja yang direkrut sang manager merupakan ahli dalam bidang arsitektur kayu, sehingga hubungan antar manager-karyawan 1 tujuan dan cukup menyita ahli manajemen. Selanjutnya Dewan komisaris/pemilik perusahaan yang membangun modal perusahaan dalam hal ini mempunyai pengetahuan yang lebih yang menjadikan hubungan manager-pekerja lancar.  
   
    2.      Lingkungan langsung eksternal
Dalam produksi mebel perusahaan saya menyesuaikan tingkat kebutuhan masyarakat agar masyarakat mempunyai pilihan antara harga dan kualitas mebel kami. Selain itu perusahaan kami juga memperbanyak jaringan pemasaran dan juga pemasok-pemasok kayu sehingga kami tidak kehilangan stok. Karena selain ketersediaan kualitas kayu yang harus kami cari juga terdapat pesaing yang mencari kayu juga.
Selain itu untuk mempertahankan perusahaan, kami melestarikan mebel ukir dengan ukiran khas indonesia, itu merupakan salah satu daya tarik mebel kita, sehingga dapat bertahan sampai sekarang ini.
Awal beroprasi karyawan BMS Furniture Craft ini berjumlah 3 orang, namun atas ketekunan organisasi dan juga kepiawaianya manager dalam membimbing karyawanya sekarang berjumlah 18. Terdiri atas 1 Ketua Produksi, 1 sekretaris, 6 Pemotong + Pengukir kayu, 3 Packing + Pengecet produk, dan 2 Pemasaran.
Dalam kasus yang saya amati pada kondisi operasional perusahaan ini sangat kondusif, hal ini dikarenakan Etika Bisnis yang di terapkan oleh manager, karyawan, dan hubungan pihak luar terkoordinasi.
Globalisasi
Kecanggihan teknologi di era globalisasi ini sudah tidak terbendung lagi, hal ini juga dimanfaatkan oleh perusahaaan kami salah satunya sebagai media pemasaran Online. JARAK LOKASI pun tidak jadi masalah karena semakin banyaknya metode pengiriman barang. Produk Mebel kami sudah menembus Luar kota.. bahkan Hingga negeri tetangga malaysia dan singapura.
Dalam perusahaan ini juga menerima masukan-masukan atas model-model mebel yang trend masa sekarang. Dan masukan masukan tersebut kami simpan ke dalam renncana Strategis.

PERENCANAAN PERUSAHAAN
Rencana Stratesis/jangka panjang kami yaitu mendistribusikan mebel kami ke seluruh indonesia dengan kualitas yang terbaik. Namun untuk saat ini kami masih dengan perencanaan Operasional dimana terdapat rencana standing yang meliputi Kebijakan, Prosedur, dan Aturan.
Perencanaan Operasional di dalam perusahaan ini yaitu prosedur pembuatan suatu permintaan dengan pengerjaan sebaik baiknya. Ini juga termasuk dalam Visi organisasi kami.
1.      Pengumpulan permintaan
2.      Kesepakatan Harga
3.      Merencanakan Desain Produk
4.      Pembuatan Produk

5.      Pemasaran
     Tahap pertama dalam operasional kami yaitu menentukan model/desain.. jika desain sudah di buat. Selanjutnya dalam olah produksi kami mencari kayu yang berkualitas dan juga murah.
Dibawah contoh perencanaan harga dalam skala kecil dengan menggunakan Penghitungan PBD dg pendekatan produksi .
Pembuatan 1 buah meja ukir :

Contoh Studykasus Perusahaan Kecil
Jadi untuk setiap 1 meja ukir perusahaan saya memperoleh omset sebesar :
= NT kayu gelondongan+NT Kayu Gergaji + NT Kerangka + Mebel jadi 
= 100+50+100+100 = 350.000 (omset per 1 meje)
Dan apabila 1 hari memproduksi 4 meja mebel ukir makan omset untuk meja ukir sebesar 350.000 X 4 = 1.400.000/hari (omset per 1 hari)
Dan itu hanya untuk meja ukir. Dan ini perumpamaan untuk semua produksi :

Contoh Studykasus Perusahaan Kecil : BMS Furniture Craft
Jadi untuk 1 bulan perusahaan mendapat omset sebesar : 4.490.000X30 = Rp.13.4700.000
Setelah pemproduksian mebel yang melalui proses Pemotongan kayu > Pembentukan kerangka > Cat > dan Finishing/Packing maka tahap selanjutnya untuk meningkatkan penjualan yaitu dengan mengiklankan produk. Bisa melalui Pasar Online yang tersedia.

Kesimpulan : Dalam studikasus kali ini kita dapat mengetahui lebih dalam tentang manajemen perusahaan di era globalisasi. Dan dalam pendirian usaha keberadaan modal sangat berpengaruh besar, namun tanpa sebuah tekad, Visi dan Misi maka Perusahaanpun perusahaan tidak mungkin di pertahankan. Karena itu kita generasi muda dari rumpun manajemen harus senantiasa belajar sungguh-sungguh untuk berlatih menjadi Manager yang faham akan Manajemen Organisasi dan Etika. 

- MAAF BILA BANYAK KESLAHAN STRUKTUR PENULISAN -
Write By : Panji ade s
*Latihan Membuat studykasus

No comments:

Post a Comment