Perusahaan
BMS Furniture Craft
A.
Tujuan Pelaksanaan Studi Kasus
Pelaksanaan
studi kasus ini dilaksanakan dalam usaha untuk mendalami proses manajemen dalam
perusahaan erskala kecil maupun besar.
B.
Pengumpulan data
ORGANISASI
Dalam
perusahaan ini sudah jelas organisasi/struktur produksi bersifat mencari
keuntungan. Namun disamping mencari keuntungan secara tersurat juga memberikan
manfaat kepada masyrakat seperti : 1. Memenuhi kebutuhan Perabotan rumah 2.
Memberi/menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Dalam
kondisi globalisasi seperti ini Manager arus mempunyai Visi Perusahaan yang
kuat dikarenakan besarnya Tantangan atau pesaing Furniture dari luar
negri/barang import maupun pengrajin kayu dalam negri. Maka manager harus
mengendalikan proses managemen sebaik baiknya.
Maka
dari itu Manager mngambil salah satu teori Management perusahaan Adam Smith (M1.1.35).
Yaitu
Pembagian tenaga kerja (division of labor)
atau spesialist kerja. Karena suatu tugas tersebut dapat di latih dan di pecah
pecah ke bagian yang terkecil sehingga dia akan ahli dan akan dapat melakukan
kegiatan produksi secara efektif dan efisien sesuai dengan bidangnya. Sebagai
contoh dalam perusahaan ini meliputi produksi mebel dan teknik ukir mebel.
Seorang manager harus menempatkan ahli bidangnya masing masing seperti : Teknik
pemotongan kayu - Teknik Ukir mebel –Teknik cat
–Teknik Packing/perakitan – Pemasaran dll agar terjadilah ke efisienan
produksi.
Sementara
itu Visi Perusahaan yaitu melayani kebutuhan furniture masyarakat dengan produk
yang berkualitas. Sedangkan Misi yaitu memasarkan/mengenalkan produk mebel ukir
khas indonesia ke seluruh kota dan mancanegara.
Lingkungan
ORGANISASI
Awal
mula perusahaan kayu ini di rintis dari mulai bisnis kecil-kecilan seorangan,
hingga sekarang sudah bisa memperkerjakan karyawanya. Karena bagaimanapun sang
manager harus dapat menyesuaikan diri terhadap lingkunganya agar dapat
mempertahankan perusahaanya itu.
1.
Lingkungan langsung internal.
Pekerja
yang direkrut sang manager merupakan ahli dalam bidang arsitektur kayu,
sehingga hubungan antar manager-karyawan 1 tujuan dan cukup menyita ahli
manajemen. Selanjutnya Dewan komisaris/pemilik perusahaan yang membangun modal
perusahaan dalam hal ini mempunyai pengetahuan yang lebih yang menjadikan
hubungan manager-pekerja lancar.
2.
Lingkungan langsung eksternal
Dalam
produksi mebel perusahaan saya menyesuaikan tingkat kebutuhan masyarakat agar
masyarakat mempunyai pilihan antara harga dan kualitas mebel kami. Selain itu
perusahaan kami juga memperbanyak jaringan pemasaran dan juga pemasok-pemasok
kayu sehingga kami tidak kehilangan stok. Karena selain ketersediaan kualitas
kayu yang harus kami cari juga terdapat pesaing yang mencari kayu juga.
Selain itu untuk
mempertahankan perusahaan, kami melestarikan mebel ukir dengan ukiran khas
indonesia, itu merupakan salah satu daya tarik mebel kita, sehingga dapat
bertahan sampai sekarang ini.
Awal beroprasi karyawan
BMS Furniture Craft ini berjumlah 3 orang, namun atas ketekunan organisasi dan
juga kepiawaianya manager dalam membimbing karyawanya sekarang berjumlah 18.
Terdiri atas 1 Ketua Produksi, 1 sekretaris, 6 Pemotong + Pengukir kayu, 3
Packing + Pengecet produk, dan 2 Pemasaran.
Dalam kasus yang saya
amati pada kondisi operasional perusahaan ini sangat kondusif, hal ini
dikarenakan Etika Bisnis yang di terapkan oleh manager, karyawan, dan hubungan
pihak luar terkoordinasi.
Globalisasi
Kecanggihan teknologi
di era globalisasi ini sudah tidak terbendung lagi, hal ini juga dimanfaatkan
oleh perusahaaan kami salah satunya sebagai media pemasaran Online. JARAK
LOKASI pun tidak jadi masalah karena semakin banyaknya metode pengiriman
barang. Produk Mebel kami sudah menembus Luar kota.. bahkan Hingga negeri
tetangga malaysia dan singapura.
Dalam perusahaan ini juga menerima masukan-masukan
atas model-model mebel yang trend masa sekarang. Dan masukan masukan tersebut
kami simpan ke dalam renncana Strategis.
PERENCANAAN PERUSAHAAN
Rencana Stratesis/jangka panjang kami yaitu
mendistribusikan mebel kami ke seluruh indonesia dengan kualitas yang terbaik.
Namun untuk saat ini kami masih dengan perencanaan Operasional dimana terdapat
rencana standing yang meliputi Kebijakan, Prosedur, dan Aturan.
Perencanaan Operasional di dalam perusahaan ini
yaitu prosedur pembuatan suatu permintaan dengan pengerjaan sebaik baiknya. Ini
juga termasuk dalam Visi organisasi kami.
1. Pengumpulan
permintaan
2. Kesepakatan
Harga
3. Merencanakan
Desain Produk
4. Pembuatan
Produk
5. Pemasaran
Tahap pertama dalam operasional kami yaitu menentukan model/desain.. jika desain sudah di buat. Selanjutnya dalam olah produksi kami mencari kayu yang berkualitas dan juga murah.
Dibawah contoh perencanaan harga dalam skala kecil dengan menggunakan Penghitungan PBD dg pendekatan produksi .
Pembuatan 1 buah meja ukir :
Dibawah contoh perencanaan harga dalam skala kecil dengan menggunakan Penghitungan PBD dg pendekatan produksi .
Pembuatan 1 buah meja ukir :
Jadi untuk setiap 1 meja ukir perusahaan saya memperoleh omset sebesar :
= NT kayu gelondongan+NT Kayu Gergaji + NT Kerangka + Mebel jadi
= 100+50+100+100 = 350.000 (omset per 1 meje)
Dan apabila 1 hari memproduksi 4 meja mebel ukir makan omset untuk meja ukir sebesar 350.000 X 4 = 1.400.000/hari (omset per 1 hari)
Dan itu hanya untuk meja ukir. Dan ini perumpamaan untuk semua produksi :
Jadi untuk 1 bulan perusahaan mendapat omset sebesar : 4.490.000X30 = Rp.13.4700.000
Setelah pemproduksian mebel yang melalui proses Pemotongan kayu > Pembentukan kerangka > Cat > dan Finishing/Packing maka tahap selanjutnya untuk meningkatkan penjualan yaitu dengan mengiklankan produk. Bisa melalui Pasar Online yang tersedia.
Kesimpulan : Dalam studikasus kali ini kita dapat mengetahui lebih dalam tentang manajemen perusahaan di era globalisasi. Dan dalam pendirian usaha keberadaan modal sangat berpengaruh besar, namun tanpa sebuah tekad, Visi dan Misi maka Perusahaanpun perusahaan tidak mungkin di pertahankan. Karena itu kita generasi muda dari rumpun manajemen harus senantiasa belajar sungguh-sungguh untuk berlatih menjadi Manager yang faham akan Manajemen Organisasi dan Etika.
- MAAF BILA BANYAK KESLAHAN STRUKTUR PENULISAN -
Write By : Panji ade s
*Latihan Membuat studykasus
No comments:
Post a Comment