Kepemimpinan
A. Mendefinisikan Kepemimpinan
Secara umumkepemimpinan dapat di artikan sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitan-aktivitas tugas dari orang-orang dalam kelompok.
Sumber sumber kekuatan yang di adopsi dari John R.P. French dan Bertam Raven dalam tulisanya “The Bases of Social Power” yaitu :
1. Kekuasaan Balasan (Reward Power)
2. Kekuasaan Paksaan (Coercive Power)
3. Kekuasaan Legitimasi (Legitimate Power)
4. Kekuasaan Referensi (Referent Power)
5. Kekuasaan Kepakaran (Expert Power)
B. Teori Barkat
Teori Barkat berusaha mengidentifikasikan karakteristik pribadi dari seseorang pemimpin. Tidak hanya itu, teori ini juga ingin melihat karakteristik apa yang membedakan pemimpin yang efektif dengan pemimpin yang punya karakteristik sejak lahir. Dengan kata lain, teori ini sesuai dengan pandangan bahwa pemimpin tersebut dilahirkan, bukan di pelajari atau di ajarkan.
C. Teori Perilaku
Teori Perilaku kepemimpinan memfokuskan pada perilaku apa yang dipunyai pemimpin , yang membedakanya dirinya dari nonpemimpin.
1. Teori Tannebaum dan Warren H. Schmidt
Teori Ini menjelaskan faktor apasaja yang mempengaruhi gaya kepemimpinan.
Faktor tersebut ialah : 1. Faktor dari manager, 2. Faktor dari Karyawan, 3. Faktor Situasi
2.Studi Ohio State University
3. Studi The University of Michgian
Studi ini dipelopori oleh Rensis Likert dengan menggunakan variabel :
a. Fokus pada produksi
b. Fokus pada karyawan
Gaya kepemimpinan yang diajukan oleh likert :
a. Sistem 1 : Otoriter-Eksploetatif
b. Sistem 2 : (benevolent-authoritative)
c. Sistem 3 : Konsultatif
d. Sistem 4 : Partisipatif
E. Teori-teori kepemimpinan Kontemporer
1. Kepemimpinan Transformasional atau Karismatik
Pemimpin transformasional memotivasi bawahan untuk mengerjakan lebih dari yang diharapkan semula dengan meningkatkan rasa pentingnya bawahan dan nilai pentingnya pekerjaan.
2. Teori Kepemimpinan Psikoanalisis
Kets de Vries berusaha menggunakan pendekatan psikoanalisis (psikologi) sigmund Freud untuk menjelaskan perilaku pemimpin .Menurut Sigmund Freud, seseorang berperilaku karena ingin memenuhi kebutuhan bawah sadarnya.
3. Teori kepemimpinan Romantis
Menurut teori ini, pemimpin ada karena pengikutnya. Para pengikut ini mengembangkan pandangan “Romantis” mengenai adanya seorang pemimpin yang dapat membantu mereka mencapai tujuanya atau memperbaiki tujuan mereka.
A. Mendefinisikan Kepemimpinan
Secara umumkepemimpinan dapat di artikan sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitan-aktivitas tugas dari orang-orang dalam kelompok.
Sumber sumber kekuatan yang di adopsi dari John R.P. French dan Bertam Raven dalam tulisanya “The Bases of Social Power” yaitu :
1. Kekuasaan Balasan (Reward Power)
2. Kekuasaan Paksaan (Coercive Power)
3. Kekuasaan Legitimasi (Legitimate Power)
4. Kekuasaan Referensi (Referent Power)
5. Kekuasaan Kepakaran (Expert Power)
B. Teori Barkat
Teori Barkat berusaha mengidentifikasikan karakteristik pribadi dari seseorang pemimpin. Tidak hanya itu, teori ini juga ingin melihat karakteristik apa yang membedakan pemimpin yang efektif dengan pemimpin yang punya karakteristik sejak lahir. Dengan kata lain, teori ini sesuai dengan pandangan bahwa pemimpin tersebut dilahirkan, bukan di pelajari atau di ajarkan.
C. Teori Perilaku
Teori Perilaku kepemimpinan memfokuskan pada perilaku apa yang dipunyai pemimpin , yang membedakanya dirinya dari nonpemimpin.
1. Teori Tannebaum dan Warren H. Schmidt
Teori Ini menjelaskan faktor apasaja yang mempengaruhi gaya kepemimpinan.
Faktor tersebut ialah : 1. Faktor dari manager, 2. Faktor dari Karyawan, 3. Faktor Situasi
2.Studi Ohio State University
Studi ini dipelopori oleh Rensis Likert dengan menggunakan variabel :
a. Fokus pada produksi
b. Fokus pada karyawan
Gaya kepemimpinan yang diajukan oleh likert :
a. Sistem 1 : Otoriter-Eksploetatif
b. Sistem 2 : (benevolent-authoritative)
c. Sistem 3 : Konsultatif
d. Sistem 4 : Partisipatif
4. Kisi kisi Managerial grid
D. TEORI SITUASI
Pendekatan Situasional dalam teori kepemimpinan mencakup beberapa faktor : 1) Pekerjaan, 2) Pengharapan dan Perilaku teman sekerja, 3) Sifat atau karakteristik, 4) Budaya dan kebijakan organisasi.
1. Model Kepemimpinan Hersey dan Blanchard
Model kepemimpinan mereka yaitu efektifitas kepemimpinan tergantung dari kesiapan bawahan.
2. Model Fielder
Model kepemimpinan Fred E. Fielder dari University of Illinois bahwa pemimpin tidak hanya karena karakteistik indiviualnya saja tetapi juga karena beberapa variabel situasi dan interaksi antar pemimpin.
Fielder mengembangkan teori kepemimpinanya sebagai berikut :
a. Kekuasaan posisi (power position)
Dimensi ini menjelaskan bahwa kekuasaan yang dimiliki pemimpin jelas besar dapat memperoleh kepatuhan bawahan yang lebih besar.
b. Struktur Pekerjaan
Dimrnsi menjelaskan sejauh mana pekerjaan dapat diperinci atau dijelaskan dan membuat bawahan bertanggungjawab untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.
c. Hubungan antar pemimpin-bawahan
Biasanya asumsi yang dipakai yaitu seseorang menyenangi dan akan senang bekerja dengan orang yang mempunyai banyak kesamaan dengan orang tersebut.
3. Teori Jalur-Tujuan (path-goal theory)
Teori ini diformulasikan oleh Martin G. Evans dan Robert House didasarkan pada teori pengharapan motifasi yang mengatakan bahwa motifasi seseorang tergantung dari harapan mengenai balasan dan kekuatan daya tarik balasan tersebut.
Ada 4 kelompok perilaku pemimpin :
a. Kepemimpinan yang supportif
b. Kepemimpinan yang partisipatif
c. Kepemimpinan yang instrumental
d. Kepemimpinan yang berorientasi pada pencapaian prestasi.
4. Model Vroom-Yetton dan Vroom-Jago
1. Kepemimpinan Transformasional atau Karismatik
Pemimpin transformasional memotivasi bawahan untuk mengerjakan lebih dari yang diharapkan semula dengan meningkatkan rasa pentingnya bawahan dan nilai pentingnya pekerjaan.
2. Teori Kepemimpinan Psikoanalisis
Kets de Vries berusaha menggunakan pendekatan psikoanalisis (psikologi) sigmund Freud untuk menjelaskan perilaku pemimpin .Menurut Sigmund Freud, seseorang berperilaku karena ingin memenuhi kebutuhan bawah sadarnya.
3. Teori kepemimpinan Romantis
Menurut teori ini, pemimpin ada karena pengikutnya. Para pengikut ini mengembangkan pandangan “Romantis” mengenai adanya seorang pemimpin yang dapat membantu mereka mencapai tujuanya atau memperbaiki tujuan mereka.
Sumber : Manajemen M9KB3
No comments:
Post a Comment